Langsung berlari keluar masjid ketika selesai salam saat shalat subuh, lantas mengambil sandal dan berkumpul dihalaman masjid untuk menunggu semua teman?
Ya , Fenomena itu masih terjadi dan mungkin akan terus terjadi sampai generasi - generasi berikutnya, karena sepengatahuan saya semenjak kecil memang itu lah yang terjadi, dan saya pun mengalami menjadi pelaku pada masa itu. Ha,.ha,.,.ha
Mungkin setelah dewasa kita pernah berpikir dan men - judge " Ngapain sih lari pagi, dll, udah tau lagi puasa yang ada haus nanti...bla bla bla macam mantra nenek lampir".
tapi itulah masa kanak - kanak, ada yang sukanya tadarusan setelah shalat subuh, ada yang langsung pulang kerumah lanjut tidur, dan atau ikut jadi pelaku " lari pagi" tadi.
Kalo saya lebih sering menjadi pelaku " lari Pagi " ketimbang tidur dirumah, apalagi masa masa kanak kanak jauh dari stress, jauh dari pikiran mengenai makan, urusan dapur, sumur dan tentu tempat tidur. haha
saya ingat, sekitar 20 - 12 tahun lalu . sebelum waktu imsyak tiba saya bergegas berlomba menuju masjid dekat rumah hanya untuk rebutan pemukul bedug, karena biasanya saya dan teman teman main bedug sampai waktu adzan subuh tiba.
setelah shalat subuh segera keluar dan berjalan kaki ( bukan lari ) menuju kampung sebelah atau kampung seberang untuk " silaturahmi" dengan remaja kampung sebelah.eciyee..., dan sepanjang perjalanan itu pasti diiringi juga sama ledakan petasan dari mulai petasan ceplik, sampai petasan panah yang bisa membua target kemana petasan itu diledakan..serem lah anak anak terdahulu mainnya.
sering kali jalan raya itu penuh dengan asap petasan, dan sering berhambran berlarian dan tak jarang juga yang menimbulkan keributan..hahahah.
Tapi itulah dulu, skrang semua sudah dibatasi soal petasan.
Kalo boleh saya bilang ya kegiatan seperti itu olahraga pagi di bulan puasa ga bisa dilarang, karena memang ya itu lah dunia " main " .
Bersyukurlah kalo sekarang anak anak kecil tidak hanya dirumah dengan handphone ditangan kiri dan rokok di tangan kanan.
iya ngga?
huft












